A. TUJUAN
1. Mahasiswa dapat melakukan pengambilan sampel air untuk pemeriksaan mikrobiologi
2. Mahasiswa mampu menggunakan alat pengambilan sampel dengan baik dan benar
3. Mahasiswa mampu menggunakan metode dan cara pengambilan sampel dengan benar
B. DASAR TEORI
Macam – macam sampel air :
1. Sampel air kran
2. Sampel sumur gali
3. Sampel sungai
4. Sample kolam renang
5. Sample mata air / sumber
6. Sample danau / rawa – rawa
7. Sampel limbah
Sampel air yang diambil harus dalam keadaan steril. Hal ini dimaksudkan agar air yang diambil mengandung bakteri yang murni berasal dari air tersebut, sehingga diperlukan teknik- teknik pengambilan air sampel yang benar.
C. ALAT dan BAHAN
- Botol sampel dengan tali dan pemberat
- Botol sampel tanpa tali dan pemberat
- Kruistang
- Spiritus / alkohol
- Alat tulis
- Korek api
- Kertas label / etiket
- Tas sampling
- Kapas
- Benang kenur
D. PEMBAHASAN
Pada praktikum ini, kami hanya melakukan praktek pengambilan sampel air sungai di lingkungan Poltekkes. Kami hanya menggunakan botol dengan tali dan pemberat, botol yang kami gunakan sebelumnya sudah disterilkan . Kemudian botol dapat digunakan untuk pengambilan sampel air sungai. Kertas pembungkus dibuka dan tangan tidak boleh menyentuh pembukaan botol. Tutup botol dibuka kemudian mulut botol dibakar dengan kruistang yang ujungnya dibalut kapas dan spiritus kemudian dibakar. Botol ditenggelamkan minimal 25 cm dari permukaan air sungai. Air di ambil sebanyak 2/3 dari volume botol. Sebelum ditutup kembali, mulut botol disterilkan terlebih dahulu dengan cara yang sama yaitu dibakar menggunakan kruistang yang diberi kapas dan spiritus/alkohol yang tersulut api.
Botol yang sudah steril diberi label atau etiket dengan data sebagai berikut:
- Nama Pengirim
- Alamat Pengirim
- Tanggal Pengiriman
- Jenis Sampel
- Asal Sampel
- Jenis Pemeriksaan
setelah diberi etiket, botol dibungkus kembali dengan kertas sampul secara rapi dan siap untuk diperiksa.
E. KESIMPULAN
- Sebelum dan sesudah pengambilan air sampel, botol yang digunakan harus steril
- Jenis air sampel ada tujuh yaitu sampel air kran, sampel sumur gali, sampel ar sungai, sapel kolam renang, sampel mat air/sumber, sampel danau/rawa-rawa, sampel air limbah
PEMERIKSAAN MPN (Most Probable Number) COLIFORM dan E. COLI
A. TUJUAN
1. Mahasiswa dapat melakukan pemeriksaan kualitas air terhadap pencemaran E.Coli
2. Mahasiswa dapat mengetahui cara pemeriksaan E.Coli pada air kran
B. DASAR TEORI
Pemeriksaan bakteriologis air bersih ditujukan untuk melihat adanya kemungkinan pencemaran oleh kotoran maupun tinja. Bakteri yang termasuk jenis coliform antara lain Eschericia coli, Aerobacter aerogenes, dan Eschericia freundii. Sifat bakteri golongan coliform adalah berbentuk batang, tidak dapat membentuk spora, gram negatif, hidup aerob atau anaerob fakultatif, dan dapat meragikan laktosa dengan membentuk gas.
Pada pemeriksaan indikator pencemar air (pemeriksaan MPN) ada 3 teknik dasar, yaitu: uji pendugaan/presumptive test, uji penetapan/comfirmed test, dan uji lengkap/complete test. Test dugaan pada pemeriksaan air ada 2 jenis ragam, yaitu: Ragam 5: 1 : 1, yang digunakan untuk memeriksa sample yang telah mengalami pengolahan misalnya air mineral dalam kemasan dan air PDAM. Serta Ragam 5 : 5 : 5 yang digunakan untuk sample yang belum mengalami pengolahan misalnya air kolam atau air sungai.
C. ALAT dan BAHAN
1. Alat
Inkubator
Rak kayu
Lampu spiritus
Tabung reaksi
Tabung durham
Ose tumpul
2. Bahan
Sampel air kran
Media lactosa bort single strenght
Media lactosa bort triple strength
Media BGLB
D. HASIL PENGAMATAN
No Hari dan Tanggal pengamatan Jumlah tabung (+) gas keterangan
10 ml 1 ml 0,1 ml
1 Jumat , 3 Desember 2010 5 0 0 Menggunakan ragam 5 : 1 : 1
2 Senin, 6 Desember 2010 0 0 0
E. PEMBAHASAN
Pada praktikum ini kami menyiapkan 5 tabung reaksi yang sudah diisi dengan lactosa bort triple strength dan didalam tabung juga terdapat tabung durham, 2 tabung reaksi yang diisi lactosa bort single strength dan didalam tabung juga terdapat tabung durham. Mengambil sampel air kran kemudian masukkan air tersebut ke dalam 5 tabung reaksi lactosa bort triple strength yang masing – masing tabung diisi 10 ml dengan menggunakan pipet ukur, 1 tabung lactosa bort single strength sebanyak 1 ml dan 1 tabung lactosa bort single strength sebanyak 0,1 ml atau 2 tetes air sampel. Campur air sampel dengan cara digojok perlahan. Kemudian masing – masing tabung reaksi diletakkan pada rak kayu dan diberi kode/label dan ditutup dengan kapas, diletakkan pada gelas kimia dan kemudian diikat menjadi satu lalu pada bagian atas gelas kimia dibungkus dengan kertas sampul coklat. Selanjutnya dieramkan/diinkubasi pada suhu 37 0C selama 48 jam atau 2 hari.
Setelah 2 hari diinkubasi, 5 tabung lactosa bort triple strength terdapat gelembung udara atau terdapat gas, itu berarti positif terdapat bakteri. Sedangkan tabung 1 ml dan tabung 0,1 ml tidak terdapat gas, itu berarti negative terdapat bakteri. Perlakuan selanjutnya adalah tes penegasan, 5 tabung yang positif masing – masing diambil sampelnya menggunakan ose tumpul ke tabung yang berisi BGLB steril, kemudian sampel diinkubasi selama 24 jam pada suhu 44 0C.
F. KESIMPULAN
- Air kran yang berasal dari air PDAM tidak mengandung bakteri Eschericia coli
- Pemeriksaan MPN melalui tahapan pendugaan dan tahapan penegasan
Tampilkan postingan dengan label sampel air. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sampel air. Tampilkan semua postingan
Jumat, 03 Juni 2011
SPEKTOFOTOMETRI DAN PENENTUAN KADAR BESI (Fe) TOTAL
Dasar teori :
Intensitas warna dari suatu larutan berubah – ubah karena perubahan konsentrasi komponen – komponennya yang kemudian intensitas warna tersebut dibandingkan dengan intensitas warna dari suatju larutan standar yang telah diketahui konsentrasinya.Prinsip tersebut dipakai sebagai dasar analisa kolorimetri – spektofotometri.Adanya warna larutan, biasanya disebabkan oleh pembentukan senyawa berwarna dengan penambahan suatu pereaksi atau dapat juga merupakan warna asli dari senyawa tersebut.
Kolorimetri merupakan penetapan konsentrasi zat dengan mengukur sinar yang diserap oleh zat tersebut.Umumnya penetapannya dikerjakan dengan alat yang sederhana yang disebut kolorimeter atau komparator warna.Kolorimeter yang dilengkapi dengan fotometer/fotoelektris sebagai pengganti mata untuk pengamatan intensitas warna disebut kolorimeter fotolistrik/kolorometer fotoelektris.Alat ini biasanya menggunakan sinar yang terdiri atas panjang gelombang tertentu yang diperoleh dengan filter fotometer.Filter ini merupakan alat untuk membuat sinar polikromatik menjado monokromatik.Kecuali filter, fungsi yang sama dimiliki oleh prisma, yaitu sinar putih diuraikan menjadi berbagai sinar berwarna ( pelangi ), sinar mana yang diperlukan dapat dilakukan melalui celah.Oleh karena itu , alat yang mengguanakan spektrum ini disebut spektofotometri
Apabila sinar, baik polikromatik maupun monokromatik mengenai suatu media, maka intensitasnya akan berkurang oleh karena adanya serapan oleh media tersebut dan sebagian kecil dipantulkan dan dihamburkan.
Alat dan bahan
• Alat
Tabung nessler 100 ml
Pipet ukur, pipet tetes
Spektofotometer
Ball pipet
Cara kerja
Pembuatan kurva kalibrasi untuk pemeriksaan Fe metode rhodanida :
1. Dibuat deretan standar Fe mulai dari 0,0;0,2;0,4;0,6;0,8; dan 1,0 ppm dengan cara :
a. Menyediakan 6 buah tabung Nessler volume 100ml
b. Masing – masing diisi dengan 100 ml aquadest kemudian pada keenam tabung tersebut ditambah dengan larutan standar Fe( 1ml=0,1mg ) masing – masing 0,0 ml;0,2 ml;0,4 ml;0,8 ml;1,0 ml.
c. Pada masing – masing tabung ditambah 2,5 ml H2SO4 4 N dan larutan KmnO4 0,1 N tetes demi tetes sambil digojok sampai berwarna rose tipis stabil.
d. Keenam tabung tersebut ditambah 2,5 ml NH4CNS 20 % masing – masing digojok hingga homogen.
2. Menetapakan panjang gelombang yang akan dipaki untuk pembacaan absorbans pada spektofotometer :
a. Larutan Fe yang berkadar 0,6ppm dilakukan pembacaan absorbans pada berbagaimpanjang gelombang.
b. Dipilih absorbans terbesar yang didapat dari pembacaan itu dengan kata lain dipilih panjang gelombang yang memberikan absorbans terbesar, yang selanjutnyandipakai untuk penetapan Fe seterusnya.
3. Deretan standar Fe yang telah dibuat masing – masing dibaca absorbansinya pada panjang gelombang yang dipilih dengan blangko tabung standar yang berkadar 0,0 ppm.
Dari data absorbans yang diperoleh dibuat grafik hubungan absorbans dan kadar Fe ( ppm ) atau dinyatakan dalam persamaan regresi.
Pemeriksaan Fe total dalam sampel air :
1. Mengambil 100 ml sampel, dimasukkan ke dalam tabung Nessler 100 ml.
2. Menambah 2,5 ml H2SO4 4 N dan tetes demi tetes larutan KmnO4 0,1 N sambil digojok samapai warna rose tipis stabil.
3. Menambah 2,5 ml larutan NH4CNS 20 % dicampur hingga homogen, dibaca absorbansinya pada panjang gelombang yang dipilih dengan blangko tabung standar 0,0 ppm.
4. Absorbans yang didapat dibaca dalam grafik kalibrasi untuk mendapatkan kadar Fe.
Hasil Pengamatan
1. Tabel
Tabel 1
No. Absorbans %T
1 420 0,078 83,7
2 490 0,039 91,5
3 528 0,040 91,2
4 535 0,027 94,0
5 565 0,014 96,7
6 608 0,004 99,0
7 640 0,002 99,5
Tabel 2
λ = 420
No. Sampel ( X ) Abs ( Y ) % T X2 XY
1 0,2 0,028 93,8 0,04 0,0056
2 0,4 0,044 90,5 0,16 0,0176
3 0,6 0,068 85,7 0,36 0,0408
4 0,8 0,092 81,0 0,64 0,0736
5 1,0 0,115 76,7 1,0 0,115
n=5 ∑X = 3,0 ∑Y = 0,0347 ∑X2 = 2,2 ∑XY = 0,2526
2. Penghitungan
Persamaan garis lurus Y = mx+b
m = =
=
=
= 0,111
b = =
=
=
= 0,0028
Jadi, Y = 0,111x + 0,0028
X Y = 0,111x + 0,0028
0,2 0,025
0,4 0,0472
0,6 0,0694
0,8 0,0916
1,0 0,1138
Grafik
( Lampiran )
Pembahasan
Dalam melakukan pemeriksaan Fe ada beberapa langkah yang harus dikerjakan berurutan.Langkah pertama yaitu membuat kurva kalibrasi untuk periksaan Fe metode Rhodanida dengan cara sebagai berikut :
1. Membuat deretan standar Fe mulai dari 0,0;0,2;0,4;0,6;0,8; dan 1,0 ppm
2. Menetapkan panjang gelombang yang akan dipakai untuk pembacaan absorbans pada spektofotometer
3. Membaca absorbansinya lalu dibuat grafik hubungan absorbans dan kadar Fe ( ppm )
Langkah kedua yaitu memeriksa Fe total dalam sampel air.Pada percobaan yang kami lakukan, pada saat pemeriksaan sampel air menggunakan spektofotometer ternyata alat tersebut error,itu berarti bahwa kadar air sampel yang diperiksa adalah kurang dari 0,2 ppm.
Kesimpulan
• Dari pemeriksaan di atas dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi kadar Fe maka absorbansinya juga tinggi, dan berbanding terbalik dengan transmitasinya.
Intensitas warna dari suatu larutan berubah – ubah karena perubahan konsentrasi komponen – komponennya yang kemudian intensitas warna tersebut dibandingkan dengan intensitas warna dari suatju larutan standar yang telah diketahui konsentrasinya.Prinsip tersebut dipakai sebagai dasar analisa kolorimetri – spektofotometri.Adanya warna larutan, biasanya disebabkan oleh pembentukan senyawa berwarna dengan penambahan suatu pereaksi atau dapat juga merupakan warna asli dari senyawa tersebut.
Kolorimetri merupakan penetapan konsentrasi zat dengan mengukur sinar yang diserap oleh zat tersebut.Umumnya penetapannya dikerjakan dengan alat yang sederhana yang disebut kolorimeter atau komparator warna.Kolorimeter yang dilengkapi dengan fotometer/fotoelektris sebagai pengganti mata untuk pengamatan intensitas warna disebut kolorimeter fotolistrik/kolorometer fotoelektris.Alat ini biasanya menggunakan sinar yang terdiri atas panjang gelombang tertentu yang diperoleh dengan filter fotometer.Filter ini merupakan alat untuk membuat sinar polikromatik menjado monokromatik.Kecuali filter, fungsi yang sama dimiliki oleh prisma, yaitu sinar putih diuraikan menjadi berbagai sinar berwarna ( pelangi ), sinar mana yang diperlukan dapat dilakukan melalui celah.Oleh karena itu , alat yang mengguanakan spektrum ini disebut spektofotometri
Apabila sinar, baik polikromatik maupun monokromatik mengenai suatu media, maka intensitasnya akan berkurang oleh karena adanya serapan oleh media tersebut dan sebagian kecil dipantulkan dan dihamburkan.
Alat dan bahan
• Alat
Tabung nessler 100 ml
Pipet ukur, pipet tetes
Spektofotometer
Ball pipet
Cara kerja
Pembuatan kurva kalibrasi untuk pemeriksaan Fe metode rhodanida :
1. Dibuat deretan standar Fe mulai dari 0,0;0,2;0,4;0,6;0,8; dan 1,0 ppm dengan cara :
a. Menyediakan 6 buah tabung Nessler volume 100ml
b. Masing – masing diisi dengan 100 ml aquadest kemudian pada keenam tabung tersebut ditambah dengan larutan standar Fe( 1ml=0,1mg ) masing – masing 0,0 ml;0,2 ml;0,4 ml;0,8 ml;1,0 ml.
c. Pada masing – masing tabung ditambah 2,5 ml H2SO4 4 N dan larutan KmnO4 0,1 N tetes demi tetes sambil digojok sampai berwarna rose tipis stabil.
d. Keenam tabung tersebut ditambah 2,5 ml NH4CNS 20 % masing – masing digojok hingga homogen.
2. Menetapakan panjang gelombang yang akan dipaki untuk pembacaan absorbans pada spektofotometer :
a. Larutan Fe yang berkadar 0,6ppm dilakukan pembacaan absorbans pada berbagaimpanjang gelombang.
b. Dipilih absorbans terbesar yang didapat dari pembacaan itu dengan kata lain dipilih panjang gelombang yang memberikan absorbans terbesar, yang selanjutnyandipakai untuk penetapan Fe seterusnya.
3. Deretan standar Fe yang telah dibuat masing – masing dibaca absorbansinya pada panjang gelombang yang dipilih dengan blangko tabung standar yang berkadar 0,0 ppm.
Dari data absorbans yang diperoleh dibuat grafik hubungan absorbans dan kadar Fe ( ppm ) atau dinyatakan dalam persamaan regresi.
Pemeriksaan Fe total dalam sampel air :
1. Mengambil 100 ml sampel, dimasukkan ke dalam tabung Nessler 100 ml.
2. Menambah 2,5 ml H2SO4 4 N dan tetes demi tetes larutan KmnO4 0,1 N sambil digojok samapai warna rose tipis stabil.
3. Menambah 2,5 ml larutan NH4CNS 20 % dicampur hingga homogen, dibaca absorbansinya pada panjang gelombang yang dipilih dengan blangko tabung standar 0,0 ppm.
4. Absorbans yang didapat dibaca dalam grafik kalibrasi untuk mendapatkan kadar Fe.
Hasil Pengamatan
1. Tabel
Tabel 1
No. Absorbans %T
1 420 0,078 83,7
2 490 0,039 91,5
3 528 0,040 91,2
4 535 0,027 94,0
5 565 0,014 96,7
6 608 0,004 99,0
7 640 0,002 99,5
Tabel 2
λ = 420
No. Sampel ( X ) Abs ( Y ) % T X2 XY
1 0,2 0,028 93,8 0,04 0,0056
2 0,4 0,044 90,5 0,16 0,0176
3 0,6 0,068 85,7 0,36 0,0408
4 0,8 0,092 81,0 0,64 0,0736
5 1,0 0,115 76,7 1,0 0,115
n=5 ∑X = 3,0 ∑Y = 0,0347 ∑X2 = 2,2 ∑XY = 0,2526
2. Penghitungan
Persamaan garis lurus Y = mx+b
m = =
=
=
= 0,111
b = =
=
=
= 0,0028
Jadi, Y = 0,111x + 0,0028
X Y = 0,111x + 0,0028
0,2 0,025
0,4 0,0472
0,6 0,0694
0,8 0,0916
1,0 0,1138
Grafik
( Lampiran )
Pembahasan
Dalam melakukan pemeriksaan Fe ada beberapa langkah yang harus dikerjakan berurutan.Langkah pertama yaitu membuat kurva kalibrasi untuk periksaan Fe metode Rhodanida dengan cara sebagai berikut :
1. Membuat deretan standar Fe mulai dari 0,0;0,2;0,4;0,6;0,8; dan 1,0 ppm
2. Menetapkan panjang gelombang yang akan dipakai untuk pembacaan absorbans pada spektofotometer
3. Membaca absorbansinya lalu dibuat grafik hubungan absorbans dan kadar Fe ( ppm )
Langkah kedua yaitu memeriksa Fe total dalam sampel air.Pada percobaan yang kami lakukan, pada saat pemeriksaan sampel air menggunakan spektofotometer ternyata alat tersebut error,itu berarti bahwa kadar air sampel yang diperiksa adalah kurang dari 0,2 ppm.
Kesimpulan
• Dari pemeriksaan di atas dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi kadar Fe maka absorbansinya juga tinggi, dan berbanding terbalik dengan transmitasinya.
Langganan:
Postingan (Atom)